Cell Phone, Gadget, PDA, Laptop. Tip, Trick and Review

MobiNEST

Kafe Handphone :: Download Area

Dua Ponsel Lifestyle Dirilis Sony Ericsson

Dua dari tiga ponsel baru yang dirilis Sony Ericsson Indonesia Rabu (2/6) mengandalkan fitur-fitur pendukung gaya hidup. Masing-masing tipe Sony Ericsson W508 dan T707.

"Hari ini kita perkenalkan tiga tipe baru, T707, W508, dan C901," ujar Djunadi Satrio, Head of Marketing Sony Ericsson saat memperkenalkannya kepada sejumlah wartawan di Jakarta. Dua tipe pertama punya desain clamshell (cangkang kerang) dan pilihan warna variatif sesuai gaya pilihan penggunanya.

Menurut Hanny Sanjaya, Product Group Marketing Manager Sony Ericsson Indonesia, T707 merupakan ponsel pertama kategori lifestyle yang dirilis tahun ini. T707 tersedia dalam tiga pilihan warna pelangi yaitu mysterious black, spring rose, dan lucid blue.

Kekhasan lain dari T707 adalah adanya fitur pulsating notification yang akan berkedip dengan lima pilihan warna lampu. Pengguna dapat memilih lima panggilan pilihan yang diinginkannya dengan notifikasi kedipan lampu dengan warna berbeda. Tema lampu backlight-nya juga berubah terang saat siang dan temaram saat malam.

Sementara W508 merupakan ponsel musik kategori walkman ketiga tahun ini. Yang membedakannya dengan ponsel-ponsel seri walkman sebelumnya adalah pilihan untuk mengganti cover tanpa batas.

"Bagian cover depannya bisa dilepas. Konsumen juga dapat mendesain sendiri covernya," ujar Hanny. Pembuatan desain cover dapat dilakukan dan dipesan langsung melalui situs online www.styleupcover.com dengan harga sekitar 20 dollar AS masing-masing.

Kedua tipe ponsel juga dilengkapi fitur khas Sony Ericsson sebelumnya seperti Gesture Control untuk mematikan alarm dan panggilan hanya dengan menggerakkan tangan di atas permukaan ponsel. Baik T707 maupun W508 dilengkapi kamera 3,2 megapixel dan aplikasi Facebook yang dibuat khusus untuk Sony Ericsson.

"Dua-duanya dijual sekitar Rp 2,5 juta," kata Hanny.

......................................................

Penjualan Blackberry Meningkat

Penjualan Blackberry, telepon genggam dengan fasilitas internet untuk kalangan kelas atas (high end), meningkat hingga 150 persen di daerah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Pihak operator telekomunikasi optimistis penjualannya akan terus meningkat meskipun banyak sektor usaha yang terdampak krisis global.

Blackberry sudah menjadi semacam gaya hidup sehingga perkembangan penjualannya cukup pesat, ujar Division Head Marketing and Sales Support PT Indosat Jawa Tengah dan DI Yogyakarta Ernowo Tri Sumartono, seusai penandatanganan kerja sama dengan Bank Mandiri, di Kota Semarang, Selasa (19/5).

Kerjasama tersebut merupakan bagian dari layanan Indosat melalui program Blackberry Corporate Power Cash. Pemegang kartu kredit Bank Mandiri diberikan kemudahan untuk membeli Blackberry tipe tertentu dengan mencicil.

Menurut Ernowo, penjualan Blackberry per Mei 2009 di Jateng dan DIY mencapai 7.500 8.000 buah atau meliputi 15 persen dari seluruh penjualan Blackberry melalui jasa Indosat di seluruh Indonesia.

Jumlah penjualan tersebut meningkat hingga 150 persen dibandingkan hasil penjualan pada Januari 2009 yang hanya mencapai 3.000 3.500 buah. "Dengan program ini kami harapkan pengguna Blackberry akan semakin bertambah," ucap Ernowo.

Indosat merupakan pelopor layanan Blackberry di Indonesia. Untuk itu, berbagai program terus dihadirkan sebagai bentuk nilai tambah selain mendorong munculnya komunitas Blackberry.

Corporate Communications PT Telkomsel Regional Sales and Customer Service Jateng dan DIY Yanto Santoso mengatakan, pengguna Blackberry melalui jasa Telkomsel mencapai 11.800 orang per Mei 2009 atau meningkat hingga 600 persen dari tahun lalu.

Dari total pelanggan di Jateng dan DIY, kota Semarang dan Yogyakarta masih mendominasi pengguna Blackberry. Menurut Yanto, hal ini tidak terlepas dari banyaknya perkantoran dan pusat bisnis yang terdapat di dua kota tersebut. "Karena kebanyakan pengguna Blackberry biasanya merupakan pegawai," ucapnya.

Untuk mendongkrak penjualan Blackberry, Telkomsel mengupayakan untuk mendorong munculnya komunitas Blackberry di kota lain seperti Purwokerto. Berbagai layanan juga diberikan seiring pertumbuhan pengguna ponsel cerdas buatan Research in Motion Kanada ini.

"Banyak kemudahan yang didapat dari Blackberry, tetapi beberapa pengguna belum mengetahui manfaatnya secara optimal," kata Yanto.

kompas/yahoo

......................................................

Ponsel Tenaga Matahari dari Sharp

Ingin ponsel yang baterenya mudah diisi di mana saja? Cobalah ponsel dengan panel sel surya milik Sharp ini.

Sharp 934SH (kiri) memamerkan displai eksternal 3” yang dapat menampilkan waktu, tanggal, cuaca, berita, dan informasi lain tanpa mengonsumsi daya apa pun saat berubah. Sharp menyebutnya sebagai “memory LCD.” Selain fitur di atas, Anda akan mendapatkan kamera 8 megapixel, casing yang tahan air (waterproof), dan sensor UV untuk membantu Anda menentukan kapan Anda harus menggunakan tabir surya.

Selain itu ada Solar Hybrid 936SH. Yang menarik di sini adalah jajaran panel sel surya yang akan memungkinkan Anda berbicara satu menit atau dua jam waktu siaga per pengisian daya selama 10 menit. Kurang menarik? Hmm, tambahkan fitur IPX7 water resistance, kamera 8 megapixel, dan displai VGA full-wide.

Ingin memilikinya sekarang? Wah, Anda harus membelinya di Jepang karena produk ini hanya tersedia di negara sakura tersebut. Seri 934SH beredar pada bulan Juni mendatang, sedangkan 936SH pada bulan Agustus.

kompas/yahoo

......................................................

Sulap Ponsel Sony Ericsson Lawas Jadi Tidak Lemot

Ponsel Sony Ericsson (Soner) Anda sudah lemot dan berumur? Ingin tipe lebih baru, tapi dana cekak? Akali dengan memperbarui firmware, software yang dibuat oleh vendor ponsel. Firmware inilah yang mengelola masalah-masalah dalam aplikasi, menu-menu dan fitur pada ponsel.

Dalam pengembangannya, bisa saja firmware dari ponsel tersebut mengandung bug, atau masalah-masalah yang tidak seharusnya terjadi karena kesalahan pengembang software. Untuk mengatasi masalah tersebut, Sony Ericsson mengeluarkan software Sony Ericsson Update Service yang lebih dikenal dengan nama SEUS. SEUS yang gratis karena bersifat freeware ini memudahkan pengguna awam tanpa keahlian khusus memperbarui firmware ponsel.

Dengan memperbarui firmware ponsel, pengguna akan mendapatkan versi software terbaru yang persis sama seperti firmware di ponsel baru yang dijual di pasaran dengan tipe sama. Diharapkan, pada software versi terbaru, segala kekurangan, kelemahan, cacat software yang terdapat pada firmware versi lawas akan teratasi di versi terbaru.

Untuk bisa memperbarui firmware, pengguna cukup menyiapkan seperangkat komputer, aplikasi SEUS, koneksi internet dan kabel data yang biasanya sudah disertakan dalam paket penjualan ponsel. Komputernya disarankan berprosesor Intel Pentium 4 2.0 GHz atau lebih tinggi, memiliki ruang harddisk 300 MB, memori 512MB, punya satu slot USB yang kosong. Selain itu di komputer sudah terpasang Internet Explorer 4 atau yang lebih baru, dan Adobe Flash Player versi 8 ke atas.

Langkah Instalasi
1. Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mengunjungi alamat http://www.sonyericsson.com/cws/support/softwaredownloads/detailed/updateservicedengan browser. Klik link Download now untuk mengunduh SEUS terbaru. File instalasi Update_Service_Setup-2.8.12.9.exe (Sony Ericsson Update Service versi 2.8.12.9) berukuran lebih dari 25MB.

2. Bila telah diunduh, SEUS harus segera diinstalasikan. Klik ikon Update Service pada desktop atau menu start. Saat Layanan Pemutakhiran dijalankan, aplikasi ini akan mengakses internet untuk mengunduh konten yang diperlukan untuk menjalankan layanan ini. Proses ini mungkin perlu beberapa menit, bergantung kecepatan koneksi internet Anda.

3. Pilih bahasa yang Anda sukai dan ikuti petunjuk yang muncul. Khusus untuk P900 atau P910, jika PC suite sudah di-instal, klik dua kali Phone Connection dan hilangkan tanda cek pada port USB.

4. Di halaman sambutan Layanan Update, klik tombol Mulai. Saat muncul perjanjian layanan, setujui perjanjian tersebut. Setelah itu, pilih model ponsel yang Anda punya sesuai dengan gambar. Lanjutkan dengan memilih tipe ponsel sesuai dengan gambar yang muncul di layar. Tak lama kemudian akan muncul petunjuk cara menghubungkan ponsel ke komputer dalam posisi siap di-flashing. Ikuti petunjuk tersebut dengan teliti sesuai dengan tahapannya. Tahapan ini berbeda-beda tergantung pada jenis ponsel.

5. Jika Anda telah sampai pada tahap akhir, aplikasi SEUS akan secara otomatis melanjutkan proses dengan mendeteksi versi firmware di ponsel Anda dengan versi terbaru yang tersedia di internet. Apabila versi terbaru telah tersedia, Anda akan diajak untuk melanjutkan ke proses selanjutnya.

6. Proses berikutnya akan memakan waktu yang agak lama, tergantung pada koneksi internet Anda. SEUS akan mengunduh firmware ponsel yang ukurannya berkisar 10-65 MB. Pada tahapan ini pastikan arus listrik tidak terputus dan internet tidak mati.

Saat Sinyal mencoba trik ini, kebetulan koneksi internet tiba-tiba terputus di posisi 67 persen. Panik, sudah pasti, apalagi aplikasi SEUS tidak dapat dimatikan dengan alasan proses pemutakhiran sedang berlangsung. Jika Anda mengalami hal ini, matikan saja proses Update Service dengan paksa melalui Task Manager dan ulangi proses dari awal.

7. Bila pengunduhan telah selesai, SEUS secara otomatis akan melanjutkan ke tahapan selanjutnya, yaitu flashing firmware ponsel. Lagi-lagi Anda harus memastikan arus listrik tidak terputus. Tapi kali ini lebih serius. Jika dalam proses flashing terjadi pemadaman listrik atau koneksi kabel dari PC ke ponsel terputus, bisa dipastikan ponsel tidak dapat menyala setelahnya. Ini disebabkan firmware ponsel terkorupsi. Oleh karena itu, gunakan PC yang dilangkapi dengan UPS, atau notebook yang baterainya masih baik saat flashing guna menghindari hilangnya asupan listrik secara tiba-tiba saat proses flashing. Tenang saja, proses flashing tidak akan berlangsung lama, hanya beberapa menit. Selanjutnya, Anda sudah bisa menikmati ponsel “baru”.



TIPS
Jangan lupa untuk melakukan back-up penuh terhadap data-data di ponsel sebelum melakukan pemutakhiran. Setelah proses flashing, semua data akan hilang. Untuk keperluan backup, Anda dapat menggunakan aplikasi Sony Ericsson PC Suite atau aplikasi pihak ketiga, seperti My Phone Explorer dan sejenisnya.

Sumber: Sinyal

......................................................

Facebook Tolak Iklan Lesbian

Facebook secara misterius menolak iklan film Then Came Lola. Iklan itu mengusung tiga lesbian yang saling berpelukan.

Film itu dibintangi Jill Bennett, Ashleigh Sumner dan Cathy DeBuono. Coproducer film Ellen Seidler mengatakan foto itu memang seksi, tapi perilaku berpelukan tiga wanita itu bukan tanpa alasan.

Facebook menolak iklan itu dengan alasan tidak sesuai aturan. "Foto di iklan harus sesuai dengan tema dan layak. Foto harus relevan dengan yang diiklankan. Foto tidak boleh terlalu mengumbar, provokatif dan terlalu memperlihatkan bagian tubuh," demikian salah satu aturan Facebook.

Seidler mengatakan iklan And Then Came Lola sebenarnya hanya akan ditampilkan di halaman wanita yang tertarik dengan wanita saja. Selain itu juga untuk user di atas 18 tahun.

Namun ada beberapa iklan provokatif yang diloloskan oleh Facebook. Diantaranya wanita dengan kaki telanjang, laki-laki dan perempuan bertukar air ludah.

Sumber

......................................................

Nokia Perkenalkan Ponsel Nokia 6216 Classic

Dalam pembukaan konfereksi tahunan ke-3 acara WIMA, yang diselenggarakan di Grimaldi Forum, Monaco, Nokia telah mengumumkan adanya device dengan integrasi Near Field Communication (NFC), Nokia 6216 Classic. Handset baru Nokia ini memiliki SIM card berbasis NFC, dimana operator dapat membangun layanan NFC ke SIM card. Keuntungan dari adanya layanan ini, selain mudah digunakan, konsumen juga dapat lebih nyaman ketika sharing content, seperti image, link website, file audio, atau data kontak, seperti juga pembayaran yang aman dan transaksi pembelian tiket, hanya dengan satu langkah di ponsel ini.

“Nokia 6216 Classic ini akan menjadi device komersial pertama dengan penggunaan operator SIM card dalam koneksi transaksi dengan NFC. Dengan adanya handphone Nokia 6216 Classic di saku dan aplikasi ticketing dari SIM card, maka konsumen dapat menggantikan fungsi multi card di dalam dompetnya, dan keamanan juga lebih terjamin. Pemilik kartu kredit dan informasinya dapat disimpan dengan aman di SIM card dan konsumen hanya perlu menggerakkan handset ini di tempat pembayaran sehingga mempercepat transaksi dan layanan tiket yang simple.” ungkap Jeremy Belostock, kepala NFC Nokia.

Fitur ponsel Nokia 6216 Classic juga dilengkapi dengan camera digital, display yang terang, FM radio stereo, music player, koneksi 3G dan satu microSD card dengan kapasitas 8GB. Ponsel Nokia 6216 Classic ini rencananya akan hadir di kuarter ketiga 2009 dengan harga 150 Euro.

(Sumber: BeritaNET.com)

......................................................

Konsep Ponsel Masa Depan dari Pilotfish



Firma desain Pilotfish mengembangkan ponsel unik dengan kemampuan yang tidak dimiliki handset manapun pada saat ini. Perusahaan ini berharap, ponselnya bisa menjadi perangkat masa mendatang.

Pilotfish mengatakan ponsel konsepnya sudah siap masuk pasar beberapa tahun ke depan. Ponsel itu memiliki kemampuan merekam lebih baik. Perekaman itu dengan tiga trek suara yang terpisah. Untuk pengoperasiannya dengan cara memeras atau membengkokkan.

Perusahaan yang mendesain motor scooter dan pengukur tekanan darah ini menargetkan konsumen penikmat musik, serta musisi amatir. Tapi juga berharap bisa menangkap konsumen umum.

Analis melihat ponsel itu memang atraktif. Namun skeptis akan ada pemintaan di pasar yang didominasi oleh Nokia dan Apple.

"Di pasar yang bergerak cepat, spesifikasi khusus akan menjadi standar dalam waktu dekat. Seperti yang terjadi dengan kamera," kata Geoff Blaber dari CCS Insight.

Utuk merekam musik bisa dilakukan melalui layar sentuh seperti yang ada di pasaran pada saat ini. "Teknologi ini akan tersedia 2-3 tahun mendatang,” kata Stefanel Barutcieff, senior industrial designer Pilotfish yang bermarkas di Jerman.

Pilotfish menilai memperbesar fitur di ponsel musik akan memberikan keuntungan apda pembuat konten. Selain itu operator akan mendapatkan peningkatan trafik.

[Sumber: INILAH.COM]

......................................................